Beware of so many spoilers ahead!
Sebelumnya,
saya mau ngejelasin sedikit tentang Tower of God. Tower of God
bercerita tentang seorang anak laki-laki bernama The 25th Bam (Bam) yang
masuk ke dalam tower demi mengikuti seorang cewek bernama Rachel yang
merupakan satu-satunya teman baginya. Tower merupakan tempat dimana para
orang-orang terpilih masuk ke dalamnya untuk mencapai puncak tower. The
prolog said that everything you desire such as money, power, and
everything, you can get it once you reach the peak of the tower.
Dalam
perjalanannya mencari Rachel, Bam dipertemukan dengan beberapa teman
diantaranya Khun Agnes Aguero (Khun) dan Rak. Bam mengalami banyak hal
dalam perjalanannya sampai pada akhirnya dia bertemu dengan Rachel.
Dalam sebuah pertandingan, Rachel mengalami sebuah kecelakaan dan
kecelakaan itu membuatnya tidak dapat menggunakan kedua kakinya. Sejak
saat itu Bam mendedikasikan dirinya untuk menjadi kaki Rachel dan
membawanya naik ke puncak tower dan melihat bintang seperti yang selama
ini Rachel inginkan. Tapi sesuatu yang di luar perkiraan terjadi, pada
sebuah misi kelompok yang melibatkan semua orang, Rachel dengan sengaja
membuat Bam gagal dengan mendorongnya dan menjatuhkan Bam ke jurang.
Ternyata Rachel ini bohong ke semua orang, kakinya sama sekali nggak
papa. Dengan anggapan bahwa Bam sudah meninggal dan semua orang termasuk
Khun dan Rak setuju untuk menjadi kaki bagi Rachel sebagai pengganti
Bam, season satu yang berjumlah 78 episode tamat.
It's been a while since the last time I read this manhwa. Ini semua tidak lain dan tidak bukan adalah karena saya baru ganti hape dan webtoon nggak loading
pas saya buka dari hape yang baru. Ini bukan masalah sinyal. Ya
walaupun rumah saya cukup pedalaman, saya bisa mengakses webtoon dengan
lancar jaya menggunakan hape yang sebelumnya. Nggak tahu deh kenapa.
Baru kemarin saya coba buka webtoon lagi dan alhamdulillah bisa. Saya
sadar kalo sekali baca Tower of God saya pasti nggak bisa berhenti. Dan
benar saja, saya tetep aja emosional tiap baca ini. Semalaman tadi,
kira-kira saya sudah berhasil baca sebanyak 32 episode. Tangan sampe
pegel, mata sampe pedes, jamnya sampe pagi. Wkwk.
Saya
baca sampai episode 154 yang season 2. Jadi kalo ditotal sekarang saya
udah baca sebanyak 232 episode Tower of God. Itu aja saya masih
ketinggalan banyak karena sekarang Tower of God sudah sampai episode 210
dan mungkin saya akan banyak nulis lagi tentang ini kedepannya setiap
kali saya merasa baper, galau, dan emosional seperti saat ini. Padahal
saya baru kenal serial ini sekitar bulan Februari atau Maret yang lalu,
saya lupa tepatnya. Telat banget dibandingkan dengan peluncuran
pertamanya di webtoon yang terjadi pada tahun 2014-an. Tapi saya
bersyukur sih baru kenal sekarang soalnya saya nggak perlu nunggu
seminggu buat baca episode selanjutnya. Saya nggak bisa bayangin gimana
dagdigdug-nya dan nggak sabarnya buat nunggu episode selanjutnya di
episode-episode antara 143-153.
Pertama,
pas saya baca episode 145, saya udah pengen teriak pas akhirnya Bam
dipertemukan kembali sama Rachel. Saya suka sekali pas bagian Khun,
Rachel, dan Bam dijadiin satu frame. Saya degdegan sendiri lihatin
mereka bertiga. I could feel the temptation.
Bagian kedua yang bikin gregetan adalah ketika Rachel jawab pertanyaan Bam soal kenapa dia waktu itu dorong dia. Rachel, that son of bitch, dengan songongnya bilang gini.
Duh, rasanya saya pengen nutupin kupingnya Bam dan ngelus-ngelus rambutnya. I feel hurt whenever he’s in pain.
Nggak tega. Saya biasanya nggak terlalu suka sama karakter yang terlalu
baik kayak Naruto dulu pas sebelum shippuden. Saya cenderung nggak
simpatik sama karakter yang terlalu baik kek cmon, let’s be realistis here, you can’t never be able to save everyone.
Tapi Bam ini beda. Dia nggak butuh nyelamatin semua orang. Iya sih, dia
juga menyelamatkan yang lainnya tapi tetap saja prioritas Bam itu jelas
cuma satu yakni Rachel. Rachel was his everything, his only light
of life. For him, she’s the one that shining so brightly and she’s
undeniable his only reason for life. Maka dari itu kenapa hati ini
rasanya ikut sakit banget pas Bam disakitin gitu sama Rachel. Pas saya
lihat komenan di episode itu isinya cuma segala macam penghinaan buat
Rachel dan itu menghibur sekali. Hahaha. Like this;
Lalu bagian yang bikin saya gregetan maksimal itu pas episode 149; when
once again she push him. For the fucking second time. Seriously Bam,
again? With the same girl? What the hell. What the fuck is going on?
Mau bilang; Bam, you stupid creature; tapi nggak tega. Thanks God, we’ve Khun. Ya apapun itu, seceroboh, sebaper apapun Bam, alhamdulillah masih ada Khun. The smart, intelegent, hot, handsome, and blue one. Khun nggak melakukan sesuatu yang terlalu berarti sih pas ini, but his sassiness,
duh! Saya suka banget tiap kata yang diucapkannya yang bisa ng-skak
Rachel. Nggak papa kali ini kalah, seenggaknya ada Khun disana. Soalnya
Khun is absoloutely the new sexy. Hahahah


Saya
pernah baca di kolom komen entah lupa episode berapa pokoknya
komenannya itu tentang Rachel yang amat sangat dibenci di negara oppa
sana alias Korsel setelah serentetan pengkhianatan yang dia lakukan pada
akhir season satu dulu sampe ada semacam jokes yang dibuat untuk ng-diss Rachel. Sumpah ngakak baca komenannya. What the hell, segitu bencinya kah rakyat Korsel sana dan segitu besarnya kah impact yang diberikan Tower of God ini? Ini lucu banget tapi saya suka-suka aja soalnya waktu itu saya juga lagi benci-bencinya sama the shitty creature called Rachel. Sori buat yang namanya Rachel, kamu bukan shitty koks. Yang shitty itu cuma Rachel-nya Bam. Heheheh. Saya nggak search sih tentang kebenarannya tapi lucu aja gitu kalo sampe bener-bener kejadian di Korsel sana.
Kembali pada Tower of God ya—somehow, saya berharap bahwa Rachel ini berbuat demikian (berkhianat, join FUG, dll, dll) adalah untuk kebaikan Bam. Ada beberapa scene dimana ditunjukkan bahwa sebenarnya tangan Rachel juga gemeteran pas ngucapin beberapa kata-kata kasar ke Bam.
Entah
itu karena dia bohong demi kebaikan Bam sendiri atau emang karena dia
pengen bener-bener menjatuhkan Bam. Yang jelas saya berharapnya dia
melakukan semua itu karena buat kebaikan Bam. Kayak yang dilakuin Prof.
Snape buat Harry atau yang dilakuin Itachi buat Sasuke. Pura-pura jahat
demi orang kesayangan.
Tapi terlepas dari semua harapan dan cita-cita saya, Tower of God is such a good manhwa that I want everyone to read it. Dijamin, ini worth it to read. Nggak cuma tangan yang pegel scrolling, batin juga ikut capek sama masalah-masalah yang complicated banget.
See ya in the next Tower of God post !














Tidak ada komentar:
Posting Komentar