Senin, 19 Desember 2016

A Farewell For The One and Only Namtae





Sebenernya ini berita hebohnya udah beberapa waktu yang lalu cuma saya baru punya kekuatan buat nulis keluh kesah ini sekarang. Masalahnya tidak lain dan tidak bukan ialah hengkangnya Namtae dari Winner yang kurang perhatian itu.

Jadi, pada suatu hari di tahun 2014, saya pernah yang suka banget sama Winner dan semua lagu-lagu mereka. Debut Empty sama Color Ring-nya mereka yang my cup of tea banget ngebuat saya jadi ngikutin mereka dan nontonin beberapa variety mereka. Seperti biasa, ketika kita lagi menaruh hati pada sebuah grup, tentu kita selalu ada rasa lebih buat salah membernya. Saya nggak bilang ini saya ngebias karena emang menurut saya kalo ngebias itu kesannya kita bakal protektif tapi ini saya enggak. Cuma saya punya rasa lebih buat satu personil ini daripada yang lain. Dia adalah maknae Winner yang nggak kelihatan kayak maknae yang punya tato stay golden yang menurut saya keren banget bernamakan Nam Taehyun atau pendeknya saya biasa nyebut Namtae.

Kena Jimin Fever





Belakangan, saya kena demam Jimin. Saya kayak yang suka banget gitu lo sama dia. Saya tahu, ini pasti penyebabnya pitanumul yang dimana di lagu ini bighit emang sengaja mengexplore kegantengannya Jimin yang sebelumnya benar-benar nggak pernah saya perhatiin. Partnya Jimin di pitanumul ini banyak banget dan saya ngerasa disini dia kayak yang jadi centernya gitu. Padahal selama ini, seperti yang telah kita tahu sama-sama, centernya bts ialah golden maknae yang kalo pake kaos putih gilak ganteng banget bernamakan Jungkook itu. 

A Group That Can't Be Hated



---
Once upon a time, pas pertama kali kenal dunia terkutuk per-kpop-an saya ngestan Super Junior. Saya yakin saya bukan satu-satunya karena ya—kalau  buku itu adalah jendela dunia, Super Junior merupakan jendelanya kpop. Jangan ngaku kpopers kalo kamu nggak pernah ngestan oppa-oppa yang sekarang sudah beranjak jadi ahjussi-ahjussi ini, heheheh.

From Mendes to My Guitar




MY GUITAR IS BACK!

YEY!

Jadi saya punya gitar yang punya saya sendiri, yang itu emang saya sendiri yang minta pas saya kelas lima SD dulu. Kalo ditelisik lagi itu gitar saya dulu minta dibeliin adalah karena (ini pengakuan hina banget tapi ya nggak papa lah masa lalu biarlah masa lalu~) orang yang saya suka waktu itu pinter gitar dan saya nggak mau kalah. Saya berambisi untuk juga bisa gitar. Aduh gimana sih ambisinya anak SD, ya saya ngrengek ke orangtua buat beliin. Iya—saya emang segengsian itu dan sesuka itu sama dia pada jamannya. Kalo diinget-inget sekarang sih itu sebenernya kayak yang wasting money, soalnya di jaman itu saya sama sekali have no idea how the guitar works. Serius, saya belum pernah megang gitar sebelumnya dan cuma gara-gara orang yang saya suka punya dan jago banget main gitar, saya main minta dibeliin gitu aja. Jangan tanya saya, saya juga nggak tahu apa yang ada di pikiran saya waktu itu sebagai seorang anak kelas 5 SD.

Buku Buat Semua

library-Luscious-books-and-libraries

---
Beberapa minggu yang lalu saya ikut diklat buat jadi volunteer di kampung sinau. Kampung sinau sendiri merupakan salah satu komunitas di kota Malang yang memiliki kepedulian di bidang pendidikan anak-anak di wilayah sekitar Cemorokandang.

Jadi, kita diberikan beberapa materi yang salah satunya diberikan oleh mas Eko Cahyono. Mas Eko ini merupakan pendiri dan pemilik perpustakaan Anak Bangsa di wilayah kecamatan Jabung, Malang. Mas Eko ini mendirikan perpustakaan pada tahun 1998. Pada waktu itu, Mas Eko nggak dapat ijin dari kedua orangtuanya yang menginginkan Mas Eko untuk menjadi guru. Akhirnya, Mas Eko keluar dari rumah dan mengontrak sebuah bangunan untuk dijadikan perpustakaan.

Mas Eko memiliki beberapa opini yang membuat saya beberapa kali bergumam “Oh, iya ya” atau “Iya juga sih”. Saya suka sekali dengan cara Mas Eko mengelola perpustakaan yang sekarang sudah memiliki sekitar 58000 koleksi buku itu. Mas Eko bilang ini merupakan cara Mas Eko buat ‘balas dendam’ ke pemerintah karena menerapkan peraturan-peraturan ‘nggak masuk akal’ di perpustakaan-perpustakaan pada umumnya. Contoh paling mudahnya, Mas Eko mengijinkan semua orang datang dan meminjam buku di perpustakaannya tanpa meninggalkan KTP/SIM/identitas lain. Mas Eko juga mengijinkan kita buat makan, minum, tidur, ngrokok, mendengarkan musik, gitaran, nonton TV, dengerin radio, dll, dll, di perpustkaannya.

Tower of God - The Crucial Moment

Screenshot_2016-08-14-11-27-54

Beware of so many spoilers ahead! 
Sebelumnya, saya mau ngejelasin sedikit tentang Tower of God. Tower of God bercerita tentang seorang anak laki-laki bernama The 25th Bam (Bam) yang masuk ke dalam tower demi mengikuti seorang cewek bernama Rachel yang merupakan satu-satunya teman baginya. Tower merupakan tempat dimana para orang-orang terpilih masuk ke dalamnya untuk mencapai puncak tower. The prolog said that everything you desire such as money, power, and everything, you can get it once you reach the peak of the tower.
Dalam perjalanannya mencari Rachel, Bam dipertemukan dengan beberapa teman diantaranya Khun Agnes Aguero (Khun) dan Rak. Bam mengalami banyak hal dalam perjalanannya sampai pada akhirnya dia bertemu dengan Rachel. Dalam sebuah pertandingan, Rachel mengalami sebuah kecelakaan dan kecelakaan itu membuatnya tidak dapat menggunakan kedua kakinya. Sejak saat itu Bam mendedikasikan dirinya untuk menjadi kaki Rachel dan membawanya naik ke puncak tower dan melihat bintang seperti yang selama ini Rachel inginkan. Tapi sesuatu yang di luar perkiraan terjadi, pada sebuah misi kelompok yang melibatkan semua orang, Rachel dengan sengaja membuat Bam gagal dengan mendorongnya dan menjatuhkan Bam ke jurang. Ternyata Rachel ini bohong ke semua orang, kakinya sama sekali nggak papa. Dengan anggapan bahwa Bam sudah meninggal dan semua orang termasuk Khun dan Rak setuju untuk menjadi kaki bagi Rachel sebagai pengganti Bam, season satu yang berjumlah 78 episode tamat.